Sunday, March 21, 2010

Ragam Alternatif Material untuk Pintu

Posted by admin On November - 20 - 2008

Selain berfungsi sebagai penghubung antar ruang dalam bangunan, pintu juga merupakan elemen bangunan yang memiliki nilai estetika. Penggunaan bahan yang tepat dapat meningkatkan penampilan keseluruhan rumah.

Kayu

Bahan kayu merupakan bahan untuk pintu paling populer di Indonesia. Selain penampilannya yang alami serat kayu menampilkan nilai estetis tersendiri. Dalam menggunakan bahan kayu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama dari segi kualitas kayu tersebut. Kualitas yang tinggi dapat membuat pintu bertahan lama tidak mudah lapuk dan melengkung.

Keunggulan pintu dengan bahan kayu adalah dapat dibuat dengan berbagai macam ukuran karena membuat pintu kayu relatif mudah. Bahkan sekarang ini di toko bangunan pun telah tersedia pintu kayu yang siap pakai. Kelemahannya adalah mengenai perawatan, pintu bahan kayu mudah terkena masalah oleh rayap dan jamur, kayu juga tidak tahan terhadap cuaca dan air hujan.

Aluminium

Bahan yang satu ini paling sering dimanfaatkan sebagai pintu kamar mandi karena tahan air, anti rayap dan relatif kuat. Pintu aluminium dapat di desain dengan berbagai model, akan tetapi kesan dingin, kaku, dan rasa “pabrikasi” sering kali dirasakan disetiap penggunaannya. Kelemahan dari pintu jenis ini adalah kekokohannya yang mudah berubah seperti ; keliman yang lepas, suara berisik yang kadang ditimbulkan saat dibuka tutup jika tingkat presisinya mengalami perubahan.

Vinyl

Pintu jenis vinyl juga sering digunakan pada kamar mandi. Pintu vinyl memiliki keunggulan pada proses pemasangan yang mudah, anti rayap, anti lapuk, tidak berkarat. Namun memiliki kelemahan pada jenis bahan yang mudah terbakar dan tidak tahan terhadap cairan kimia. Selain itu lapisan kover pintu panel hanyalah rekatan pada permukaan, hal ini memberikan masalah bila lapisan tersebut terkelupas atau robek, cipratan air dapat masuk ke dalam lapisan dan dapat merusk lem dibawahnya, yang mengakibatkan pada lepasnya lapisan kover pintu. Pintu jenis vinyl tidak memiliki kemampuan menahan sinar matahari, oleh karenanya maka pemanfaatannya hanya sebatas di area interior bangunan.

Kaca

Bahan kaca sekarang ini sudah bukan lagi dominasi bagi jendela. Pintu dengan bahan kaca pun mulai banyak diaplikasikan, pemanfaatan pintu kaca lebih dikarenakan oleh sifat bahan yang transparan, tetap memberi jalan bagi cahaya untuk masuk, dan memberikan kesan luas pada ruangan. Aplikasi pintu kaca secara umum masih didominasi oleh bangunan publik seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran. Sementara untuk aplikasi rumah tinggal masih kurang diminati mengingat tingkat resiko bahayanya bila pintu kaca tersebut pecah dan melukai penghuni rumah terutama anak-anak.

Untuk pemanfaatannya sebagai pintu, ketebalan kaca yang digunakan biasanya antara 8mm – 12mm adapula yang memakai ukuran 20 mm untuk kondisi dan fungsi tertentu. Perawatan pintu kaca relatif mudah, cukup dilap dengan cairan pembersih. Kelemahan utama pintu kaca tentunya pada resiko terkena benturan dan pecah.

Kombinasi

Pintu kombinasi merupakan pintu yang memadukan beberapa jenis bahan, misalnya kayu dengan kaca, atau yang lainnya. Perawatannya tentu disesuaikan dengan bahan yang digunakan agar pintu dapat terawat dan lebih tahan lama. Keunggulan dari pintu kombinasi adalah penampilannya yang menjadi menarik daripada pintu dari satu jenis material.

Add A Comment